7/28/2015

MENYOAL KEMBALI SEJARAH NEGERI BOOI

Terlahir sebagai orang Booi di abad 19 dan 20 adalah anugerah bagi masyarakatnya. Sebab telah dianugerahi sejak awal dengan kekayaan Alam, pemberian TUHAN, yaitu lewat isi perut bumi di darat maupun di laut yang telah tersedia. Namun juga melebihi dari semuanya itu, kami lebih diberkati lagi karena leluhur kami yang sejak pertama kali membangun Negeri Booi di abad ke 16 (sebagaimana negeri Booi diperkirakan didirikan oleh leluhur kami yang lebih dahulu bermukim di Sawahil pada tahun 1600-1630-an; yaitu ketika dua orang nona memanah anak panah mereka untuk menentukan kedudukan negeri Booi) hingga sekarang, telah banyak kami terbantu dengan mahakarya mereka (baca: Leluhur Booi). Dimana paling menonjol dari sejumlah mahakarya mereka di bidang pertukangan, yaitu :  di negeri Booi telah dikenal dan terkenal dengan "TRAP-TRAP" atau Undak-undak sebagai identitas negeri dan faktor X (keunikan) yang membedakan kami dengan masyarakat lainnya yang hidup di negeri raja-raja lainnya di Maluku.

Pagi ini ada sebuah komentar dari salah satu saudara kami, ketika turut memberikan komentar terkait dengan masalah pelik yang sedang orang Booi alami, yaitu rencana Pemerintah Negeri Booi yang sedang memperjuangkan pembangunan "Jalan Aspal" untuk melintasi sebagian dari ruas jalan utama negeri Booi yang sesungguhnya telah dibangun TRAP-TRAP (oleh leluhur kami) sebagai jalan penghubung di seantro negeri Booi.

Demikian Isi komentar ini berbunyi seperti ini :

#OOT  #NanyaSerius Kenapa BUSUR PANAH dari Nona BO dan Nona OI akang jatuh di tata letak Negeri BOOI sekarang?.Negerinya bergunung dan diapit oleh 2 Karkaer Besar..Bukankah jika busur itu jatuh di daerah Hatonyo sampai di Hatorisa maka katong akan mendapatkan Negeri yang datar?Ini pasti #Salah_Busur_Panah smile emotikon     smile emotikon   
          ~ Wenno Freddo Tommy ~

          Terjemahannya seperti ini dalam bahasa Indonesia :
         " Kenapa busur panah dari nona Bo dan Nona OI itu jatuh di tata letak negeri Booi sekarang?
          negerinya bergunung dan diapit oleh dua "Karkaer" besar (Jalan Air besar, bentukan alam yang
          berbentuk jurang sedang)...
          Bukankah jika busur itu jatuh di daerah Hatonyo sampai Haturissa (keterangan : ini adalah
          dua nama petuanan sebagai wilayah perkebunan milik orang Booi yang sangat datar sekali)
          maka kita akan mendapatkan negeri yang datar?
          ini pasti. #Salah_Busur_Panah"


Pertanyaan SUBSTANSIAL ini sesungguhnya dialamatkan untuk kami semua (orang Booi) yang hidup di abad ke 19 dan 20 adalah hal yang mutlak dipahami dan dimaknai terlebih dahulu, lalu kemudian harus dilihat dan kaji dengan pendekatan Aksiologi; sebagai salah satu cabang ilmu filsafat yang mengurusi tentang hal-ihlal "Nilai dan Penilaian".

Untuk itu ST2-BOOI atau SAVETRAP2BOOI sebagai gerakan anak muda milik orang BOOI yang menggawangi penolakan terhadap rencana proyek ini (baca : Proyek penghancuran Trap2 Booi yang hendak diganti dengan JALAN ASPAL) harus lebih dahulu menjawab pertanyaan ini, sebagai bukti; kalau dasar pikir kami tentang hal-hal substansi menjadi orang Booi benar-benar dipertanggung jawabkan. Sehingga pada gilirannya, kami meminta PEMERINTAH NEGERI BOOI (yang punya rencana proyek ini) akan mampu memberikan jawaban substansi mereka, tentang ide dasar untuk menggantikan Trap-Trap Booi dengan JALAN ASPAL yang katanya akan berdampak baik bagi kamaslahatan orang Booi di masa kini dan masa mendatang.

BEBERAPA PENGERTIAN SUBSTANSIAL
1. Sesuatu yang menjadi dasar penopang atau penunjang suatu gejala.
2. Sesuatu yang dari padanya tergantung eksistensi dari yang lain, dan biasanya eksistensinya tidak tergantung dari yang lain.
3. Sesuatu yang tanpanya, sesuatu yang lain tidak akan ada, tidak akan mengalami proses menjadi sesuai dengan hakikatnya.
4. Sesuatu yang di dalamnya ciri-ciri melekat. Sesuatu yang memliki sifat, tetapi sendiri tidak memiliki sifat dan ciri.
5. Sesuatu yang tetap bertahan dalam rangkaian perubahan sifat-sifatnya.
6. Tubuh, isi, pokok dari suatu hal.
7. Materi. Hal yang material dari suatu hal itu sendiri.
8. Hakikat, esensi nyata dari suatu hal. Tanpanya sesuatu hal tidak menjadi apa adanya dan akan menjadi sesuatu yang lain.
(Selengkapnya klik disini)

PENDEKATAN AKSILOGI
Aksiologi berasal dari kata axios yakni dari bahasa Yunani  yang berarti nilai dan logos yang berarti teori. Dengan demikian maka  aksiologi adalah “teori tentang nilai” (Amsal Bakhtiar, 2004: 162).   Aksiologi diartikan sebagai teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh (Jujun S. Suriasumantri, 2000: 105). Menurut Bramel dalam Amsal Bakhtiar (2004: 163) aksiologi terbagi dalam tiga bagian: Pertama, moral conduct, yaitu tindakan moral yang  melahirkan etika;  Keduaesthetic expression, yaitu ekspresi keindahan,  Ketiga, sosio-political life, yaitu kehidupan sosial politik, yang akan melahirkan filsafat sosio-politik.
Dalam Encyclopedia of  philosophy dijelaskan bahwa  aksiologi disamakan dengan value dan valuation. Ada tiga bentuk value dan valuation, yaitu :
  1. Nilai,  sebagai suatu kata benda abstrak. Dalam pengertian sempit:  berupa sesuatu  yang baik, menarik, dan bagus. Sedangkan dalam pengertian  luas, berupa:  kewajiban, kebenaran dan kesucian.  Dalam kaitan ini terkait dengan Teori nilai atau aksiologi. Aksiologi sebagai  bagian dari etika. Lewis menyebutkan sebagai alat untuk mencapai  tujuan. Sebagai instrumental atau menjadi baik atau sesuatu menjadi menarik, sebagai nilai inheren atau kebaikan seperti estetis dari sebuah karya seni, sebagai nilai intrinsic atau menjadi baik dalam dirinya sendiri, sebagai nilai contributor atau nilai yang merupakan pengalaman yang memberikan kontribusi;
  2. Nilai sebagai kata benda konkret, contohnya ketika kita berkata sebuah nilai atau nilai-nilai, ia seringkali dipakai untuk merujuk kepada sesuatu yang bernilai, seperti nilainya, nilai dia, dan sistem nilai. Kemudian dipakai untuk apa-apa yang memiliki nilai atau bernilai sebagaimana berlawanan dengan apa-apa yang tidak dianggap baik atau bernilai.
  3. Nilai juga digunakan sebagai kata kerja dalam ekspresi menilai, memberi nilai dan dinilai. Menilai sama dengan evaluasi yang  digunakan untuk menilai perbuatan. Dewey membedakan dua hal tentang menilai,  ia  bisa  berarti menghargai dan mengevalusi (Paul Edwards, (ed)  dalam  Amsal Bakhtiar, 2004: 165).  (Selengkapnya Klik di Sini)
PIKIRAN & JAWABAN KAMI ST2-BOOI (SaveTrap2Booi)

1. Kemenjadian kami sebagai orang Booi yang hidup dalam ruang dan waktu hingga hari ini dan seterusnya, adalah suatu bentuk hakekat yang inhern dari kenyataan substansial leluhur kami, yaitu sejak awal sejarah Booi di bangun oleh mereka. Yang mau meleburkan diri dari kekuatan Mataruma atau Lumatau masing-masing (diversity), menjadi satu kesatuan (Unity) sebagai orang BOOI; yang tentunya membutuhkan sejumlah nilai-nilai, simbol-simbol yang terus dibangun dalam sejarah mereka hingga kami di hari ini, yaitu untuk meng-akta-kan kebersamaan orang BOOI dihadapan TUHAN sebagai pencipta manusia. Seperti yang termaktub dalam pengertian gelar negeri (teung negeri) BOOI yaitu SAMAHUA atau SAMAHU dan diakhiri dengan gelar negeri Raja seperti negeri raja lainnya di Maluku yaitu AMALATU (baca : Negeri Raja).

2. Untuk membangun hal-hal subtansial sebagai orang Booi, dan dari sanalah sesuatu yang baru akan terus berkembang hingga hari ini (dan begitu seterusnya akan menjadi kedepan), leluhur kami orang Booi bersepakat untuk masohi (bergotong royong), badati, lalu membangun peradabannya secara swadaya untuk mendirikan, mengaktakan, serta memperjuangkan sejumlah simbol-simbol budaya milik mereka, dan kemudian terwariskanlah semuanya itu bagi kami di hari ini, sebagai materi kekayaan Intelektual mereka seperti yang kita lihat  dan ketahui antara lainnya : ILMU PERTUKANGAN DAN PERKAKAS-PERKAKAS TUKANG", TRAP-TRAP SEBAGAI MAHAKARYA ORANG BOOI, TRADISI, ADAT, serta kearifan lokal lainnya.

3.  Trap-trap sebagai mahakarya orang Booi dalam kebudayaan mereka, sejak awal telah diproyeksikan secara kontinu oleh generasi ke generasi untuk dikembangkan dan dilestarikan. Melalui kekuatan mereka (leluhur) yang telah meyakini sejak semula kalau mereka telah diberkati dengan ketrampilan bertukang yang terbaik, sehingga sebuah kebenaran yang sejati dan substansial dapat kita lihat di hari ini, mereka para leluhur negeri BOOI dengan kekuatan mereka sendiri, mampu merubah wilayah pegunungan/perbukitan yang terjal menjadi hunian yang eksotis, aman, dan damai. Dimana TRAP-TRAP adalah simbol penyeimbang dari segala sesuatu idealisme mereka, untuk merubah yang tidak mungkin menjadi mungkin. Sehingga terlihatlah seperti yang sekarang, ada sebuah negeri di Maluku yang memiliki keunikan dengan pola tata kota mini yang modern; padahal sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan leluhur negeri BOOI membuktikannya sebagai karya anak bangsa yang hidup sampai hari ini di Indonesia.

4. Kemenjadian negeri Booi dalam ruang dan waktu selalu dituntut keterlibatan manusianya (SDM), sebagai pengerak nilai-nilai yang sudah ter-akta-kan sebelumnya dalam sejarah panjang kami sendiri. Sehingga pola berpikir maju adalah suatu bentuk perjuangan yang tidak pernah mati dan selesai, yang wajib diturunkan lewat media edukasi secara sadar (secara langsung), maupun tidak langsung. Sehingga peran ST2-BOOI (SaveTrap2Booi) mengambil salah satu peran ini, untuk terus memperjuangkan nilai-nilai subtansial sebagai orang Booi sampai kapanpun, dan secara terencana akan melakukan sejumlah edukasi berdasarkan Tradisi dan Budaya, mulai dari Mataruma, Negeri, Bangsa, hingga negera. Agar konstruksi berpikir generasi penerus orang Booi, secara sadar akan mengerti dan sadar sungguh dari mana asal muasal mereka masing-masing.

5. Kemenjadian sebagai negeri Booi dalam memperjuangkan eksistensi kami dalam sejarah, selalu saja ada tantangan; berupa sejumlah kelemahan, serta yang paling hebat adalah ancaman yang datang dari luar. Kesadaran inilah yang membuat kami mengerti, ketika leluhur kami pada masa mereka (periodesasi ke periodesasi kehidupan mereka) telah dan pernah diperhadapkan dengan tantangan untuk membangun dasar-dasar hidup sebagai orang Booi yang kuat, untuk membangun kekuatan mereka agar mampu bersama-sama dapat membangun benteng pertahan dari ancaman musuh mereka dari luar, hingga terbangunnyalah negeri Booi seperti sekarang. Justru bagi kami generasi yang hidup di abad ke 19 dan 20 ini, mengalami tantangan yang begitu kompleks. Saat perspektif generasi kami mulai terpola dengan budaya hidup instan dan pragmatis, karena kehilangan postur-postur identitas di tengah gempuran budaya asing yang menglobal (dengan ditandai Modernitas) dan masiv; dimana konsekuensi logisnya generasi kami yang mayoritasnya cenderung ingin mengantikan nilai-nilai substansial sebagai orang Booi, seperti yang sedang terjadi belakang ini. Sehingga perjuangan kami (ST2-BOOI) ini lebih mengukuhkan rasa solidaritas kami dengan ikatan emosional sejarah leluhur kami, bahwa "membangun sesuatu itu tidaklah semudah yang dipikirkan, apalagi dikemudian hari setelah terbangun ingin mempertahankan bentuk dan nilainya; akan tetapi untuk menghancurkan semua yang telah terbangun itu sangatlah mudah, dapat terjadi hanya karena satu keputusan dalam sehari".

6. Berdasarakan realitas kemenjadian kami sebagai orang Booi inilah, maka kami ST2-BOOI atau disebut SaveTrap2Booi, dengan sadar, dan tanpa dipengaruhi oleh pihak manapun, kami akan selalu berdiri pada prinsip dan kemandirian kami, untuk menjadi pihak penyeimbang dan netral untuk melawan bentuk-bentuk ketidak adilan. Sebab yang kami yakini, keabadian itu dapat diwujudkan, ketika ada keseimbangan. Dan kemenjadian sebagai orang Booi dalam sejarah dunia, demi menjaga dan melestarikan keabadian perababan budaya negeri Booi, kami berhak dan dituntut oleh hati nurani kami untuk memberikan keseimbangan dalam segala bentuk edukasi bahkan aksi apapun itu, bagi eksistensi negeri Booi dan masyarakatnya sampai seterusnya.

------------------------------

Demikianlah beberapa pikiran kami, untuk menjawab pertanyaan SUBSTANSIAL dari Masyarakat Booi sendiri kepada kami ST2-BOOI, yang mengakui dengan sadar terbentuk dan hadirnya paguyuban kami ini  sebagai yang terdepan untuk menjaga eksistensi kita bersama sebagai orang Booi.

TANITAL ETO NUHUI
SaveTrap2Booi

0 comments:

Post a Comment